Rabu, 17 Februari 2016
Selasa, 16 Februari 2016
APA YANG KITA SOMBONGKAN?
07.39
1 comment
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja, ia mengangkuti air dengan
ember dan
menyikat lantai rumahnya keras-keras.
Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya,
"Apa yang sedang Anda lakukan?"
Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba
saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua,
yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat terbawah,
sombong
disebabkan oleh faktor materi.
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua,
sombong
disebabkan oleh faktor kecerdasan.
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan
dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga ,
sombong
disebabkan oleh faktor kebaikan.
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah,
dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula
kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun
sombong
karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi
karena
seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan.
Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk
harga
diri (self-esteem) dan kepercayaan diri
(self-confidence). Akan tetapi,
begitu
kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah
berada
sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong
tidaklah
terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan
kesadaran
sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan
telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan
waktu,
kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang
kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa
kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego.
Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme
ketamakan
(ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka).
Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan
menuju
kesadaran sejati.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya,
ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.
Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah
makhluk
fisik, tetapi makhluk spiritual.
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana
untuk
hidup di dunia.Kita lahir dengan tangan kosong,
dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam
kesetaraan
universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
label, dan
segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah
"tampak
dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari
berbagai
kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita
lakukan,
semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.
Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi.
Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan
pernah musnah.
Energi itu akan
kembali kepada kita dalam bentuk yang lain.
Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam
bentuk
persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun
kepuasan
batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik
kepada
pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada
diri kita sendiri.
Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
Be happy!
10 Langkah Penting untuk Membangun Sukses
05.50
No comments
Tak perlu bingung harus memulai langkah dari mana untuk membangun kesuksesan, sebab banyak sekali tips meraih kesuksesan para pakar ternama dari dalam maupun luar negeri. Tetapi tidak banyak orang yang menguraikan bagaimana meraih kesuksesan dengan membawa hasil yang lebih memuaskan. Oleh sebab itu, simak tips sederhana dari saya berikut ini.
1. Kenali diri sendiri
Sebelum memulai langkah, lihat kondisi dan situasi Anda saat ini secara jujur. Kemudian catat daftar kelebihan dan kekurangan diri Anda sendiri. Selanjutnya buatlah catatan kelebihan Anda yang dapat Anda gunakan untuk meraih kesuksesan. Selain itu, catatlah daftar pengetahuan dan keahlian apa yang harus Anda kuasai untuk membangun kesuksesan Anda. Langkah ini akan membantu Anda memiliki rasa percaya diri sekaligus mengetahui secara pasti apa yang perlu Anda lakukan.2. Tetapkan tujuan dan rencana kerja
Tetapkan tujuan atau target yang ingin Anda wujudkan dalam jangka waktu pendek (1 bulan dan 3 bulan), serta tujuan jangka panjang (6 bulan dan 1 tahun). Menetapkan tujuan adalah bagian penting dari tahapan menuju kesuksesan lebih cepat, sebab langkah ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat, energi, fokus, dan optimisme. Kreativitas Anda juga akan meningkat karena tujuan Anda jelas.3. Atur waktu
Waktu adalah nyawa kita, sesuatu yang sangat berharga dan tidak dapat ditukar dengan apapun di dunia ini. Oleh sebab itu, gunakan waktu Anda dengan sangat baik. Pastikan Anda mempunyai rencana tindakan harian dan memastikan tujuan Anda tercapai sesuai dengan batas waktu yang sudah Anda tetapkan.4. Gunakan kuasa pikiran bawah sadar
Pikiran bawah sadar adalah pengendali tindakan manusia secara cepat dan otomatis. Contoh tindakan yang menggunakan pikiran bawah sadar adalah mengendarai kendaraan, memakai pakaian, dan lain sebagainya. Untuk meraih kesuksesan atau target, Anda juga dapat memanfaatkan pikiran bawah sadar. Caranya adalah melakukan auto sugesti (Auto-Suggestion) dan penggambaran tujuan (Goal Visualization), disertai dengan keyakinan dan rasa syukur yang mendalam seolah-olah impian Anda sudah tercapai.5. Membangun hubungan kemanusiaan yang baik
Membangun kesuksesan dimulai dengan membangun hubungan baik dengan orang lain sebanyak mungkin. Kunci keberhasilan menjalin hubungan baik dengan orang lain adalah bersikap positif, jujur, giat dalam bekerja, dapat dipercaya, senang membantu, sopan, rendah hati, tulus, senang berbagi, memuji dan memaafkan tetapi juga tegas, dan masih banyak lagi. Semakin luas dan baik jalinan hubungan Anda dengan orang lain, kemungkinan semakin banyak peluang dan banyak orang mendukung usaha Anda membangun kesuksesan.6. Manajemen keuangan
Uang itu penting, tetapi bukan segala-galanya. Bukan soal banyak atau tidak, selama Anda bisa mengatur keuangan dengan bijaksana, tentu kehidupan Anda lebih sejahtera. Sikap bijaksana dalam manajemen uang adalah tidak serakah, tidak berhutang, tidak bergaya hidup mewah, senang berbagi untuk kebaikan, dan gemar berinvestasi untuk pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan di masa depan minimal 10% dari pendapatan bulanan.7. Kecerdasan mengendalikan emosi dan stres
Kecerdasan dalam mengendalikan emosi dan stres adalah kunci dari keberhasilan orang-orang sukses di dunia. Ada banyak cara agar Anda memiliki kecerdasan mengendalikan emosi, seperti menyingkirkan pikiran negatif, ikhlas menerima kenyataan dengan lapang dada, pantang menyerah, menetapkan tujuan baru yang positif, dan segera bekerja melaksanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak semua orang memiliki tingkat kecerdasan tinggi dalam hal mengendalikan emosi dan stres, tetapi selama ada kemauan kuat untuk belajar dan berlatih, pasti kemampuan Anda meningkat.8. Perbaiki penampilan
Penampilan adalah hal pertama yang menjadi perhatian orang saat pertama kali bertatap muka. Penampilan mengesankan tidak harus glamor dan mahal, sebab yang terpenting adalah rapi, bersih, dan sesuai dengan situasi. Penampilan Anda akan lebih mengesankan jika diikuti dengan sikap sopan.9. Jaga kesehatan
Kesehatan itu penting dalam usaha membangun kesuksesan. Bagaimana dapat bekerja jika tubuh sakit? Jaga kesehatan dengan makan makanan sehat, olah raga, dan bergaya hidup sehat, agar tubuh senantiasa penuh vitalitas dan semangat dalam bekerja.10. Kembangkan diri
Mengembangkan diri itu perlu agar tetap tangguh menghadapi tantangan, pandai berdaptasi dan pandai melihat peluang potensial dalam berbagai perubahan situasi. Mengembangkan diri dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti belajar dan membaca banyak buku dan aneka artikel positif di internet, atau menyerap ilmu pengetahuan secara langsung dari orang-orang pintar dan berpengalaman. Ilmu pengetahuan Anda akan lebih berkembang jika Anda juga aktif menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari.
Itulah 10 hal terpenting untuk membangun kesuksesan lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Modal terbaik untuk membangun pondasi kesuksesan yang kokoh bukan sekadar uang ataupun pendidikan tinggi, melainkan semangat, optimisme, tekad, dan kemauan, kejujuran serta keimanan kepada Tuhan YME. Sedangkan saat paling tepat untuk memulai adalah sekarang. Selamat membuktikan! Anda pasti bisa!
Sebelum memulai langkah, lihat kondisi dan situasi Anda saat ini secara jujur. Kemudian catat daftar kelebihan dan kekurangan diri Anda sendiri. Selanjutnya buatlah catatan kelebihan Anda yang dapat Anda gunakan untuk meraih kesuksesan. Selain itu, catatlah daftar pengetahuan dan keahlian apa yang harus Anda kuasai untuk membangun kesuksesan Anda. Langkah ini akan membantu Anda memiliki rasa percaya diri sekaligus mengetahui secara pasti apa yang perlu Anda lakukan.2. Tetapkan tujuan dan rencana kerja
Tetapkan tujuan atau target yang ingin Anda wujudkan dalam jangka waktu pendek (1 bulan dan 3 bulan), serta tujuan jangka panjang (6 bulan dan 1 tahun). Menetapkan tujuan adalah bagian penting dari tahapan menuju kesuksesan lebih cepat, sebab langkah ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat, energi, fokus, dan optimisme. Kreativitas Anda juga akan meningkat karena tujuan Anda jelas.3. Atur waktu
Waktu adalah nyawa kita, sesuatu yang sangat berharga dan tidak dapat ditukar dengan apapun di dunia ini. Oleh sebab itu, gunakan waktu Anda dengan sangat baik. Pastikan Anda mempunyai rencana tindakan harian dan memastikan tujuan Anda tercapai sesuai dengan batas waktu yang sudah Anda tetapkan.4. Gunakan kuasa pikiran bawah sadar
Pikiran bawah sadar adalah pengendali tindakan manusia secara cepat dan otomatis. Contoh tindakan yang menggunakan pikiran bawah sadar adalah mengendarai kendaraan, memakai pakaian, dan lain sebagainya. Untuk meraih kesuksesan atau target, Anda juga dapat memanfaatkan pikiran bawah sadar. Caranya adalah melakukan auto sugesti (Auto-Suggestion) dan penggambaran tujuan (Goal Visualization), disertai dengan keyakinan dan rasa syukur yang mendalam seolah-olah impian Anda sudah tercapai.5. Membangun hubungan kemanusiaan yang baik
Membangun kesuksesan dimulai dengan membangun hubungan baik dengan orang lain sebanyak mungkin. Kunci keberhasilan menjalin hubungan baik dengan orang lain adalah bersikap positif, jujur, giat dalam bekerja, dapat dipercaya, senang membantu, sopan, rendah hati, tulus, senang berbagi, memuji dan memaafkan tetapi juga tegas, dan masih banyak lagi. Semakin luas dan baik jalinan hubungan Anda dengan orang lain, kemungkinan semakin banyak peluang dan banyak orang mendukung usaha Anda membangun kesuksesan.6. Manajemen keuangan
Uang itu penting, tetapi bukan segala-galanya. Bukan soal banyak atau tidak, selama Anda bisa mengatur keuangan dengan bijaksana, tentu kehidupan Anda lebih sejahtera. Sikap bijaksana dalam manajemen uang adalah tidak serakah, tidak berhutang, tidak bergaya hidup mewah, senang berbagi untuk kebaikan, dan gemar berinvestasi untuk pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan di masa depan minimal 10% dari pendapatan bulanan.7. Kecerdasan mengendalikan emosi dan stres
Kecerdasan dalam mengendalikan emosi dan stres adalah kunci dari keberhasilan orang-orang sukses di dunia. Ada banyak cara agar Anda memiliki kecerdasan mengendalikan emosi, seperti menyingkirkan pikiran negatif, ikhlas menerima kenyataan dengan lapang dada, pantang menyerah, menetapkan tujuan baru yang positif, dan segera bekerja melaksanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak semua orang memiliki tingkat kecerdasan tinggi dalam hal mengendalikan emosi dan stres, tetapi selama ada kemauan kuat untuk belajar dan berlatih, pasti kemampuan Anda meningkat.8. Perbaiki penampilan
Penampilan adalah hal pertama yang menjadi perhatian orang saat pertama kali bertatap muka. Penampilan mengesankan tidak harus glamor dan mahal, sebab yang terpenting adalah rapi, bersih, dan sesuai dengan situasi. Penampilan Anda akan lebih mengesankan jika diikuti dengan sikap sopan.9. Jaga kesehatan
Kesehatan itu penting dalam usaha membangun kesuksesan. Bagaimana dapat bekerja jika tubuh sakit? Jaga kesehatan dengan makan makanan sehat, olah raga, dan bergaya hidup sehat, agar tubuh senantiasa penuh vitalitas dan semangat dalam bekerja.10. Kembangkan diri
Mengembangkan diri itu perlu agar tetap tangguh menghadapi tantangan, pandai berdaptasi dan pandai melihat peluang potensial dalam berbagai perubahan situasi. Mengembangkan diri dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti belajar dan membaca banyak buku dan aneka artikel positif di internet, atau menyerap ilmu pengetahuan secara langsung dari orang-orang pintar dan berpengalaman. Ilmu pengetahuan Anda akan lebih berkembang jika Anda juga aktif menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari.
Itulah 10 hal terpenting untuk membangun kesuksesan lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Modal terbaik untuk membangun pondasi kesuksesan yang kokoh bukan sekadar uang ataupun pendidikan tinggi, melainkan semangat, optimisme, tekad, dan kemauan, kejujuran serta keimanan kepada Tuhan YME. Sedangkan saat paling tepat untuk memulai adalah sekarang. Selamat membuktikan! Anda pasti bisa!
Minggu, 07 Februari 2016
cari solusi
20.59
No comments
Anchor Posisi
Pernah duduk di sebuah tempat, ingin menyelesaikan sebuah masalah tapi
solusi tidak kunjung datang?
Atau duduk di sebuah tempat berusaha memikirkan sebuah ide tapi tidak bisa
kreatif?
Ini bisa
jadi erat kaitannya dengan ANCHOR
(trigger/pemicu terhadap
sebuah
pemikiran dan perilaku) Anda terhadap posisi duduk atau berdiri Anda, entah
itu kursi
kerja, ruangan, space, dll.
Bisa jadi, pada saat Anda berada di posisi tersebut, Anda sudah ter-ANCHOR
untuk sebuah pola pikir dan perilaku tertentu, sehingga Anda sulit untuk
memikirkan sesuatu yang berbeda.
Misalnya di kursi kerja Anda, yang setiap hari Anda lakukan adalah memeriksa
keuangan, neraca, dan lain-lain.
Bahkan Anda pernah menghasilkan sebuah prestasi hebat dari tugas Anda
tersebut di kursi tersebut.
Pada saat
Anda diminta untuk mengkreasikan sesuatu, Anda bisa saja stuck.
www.motivasipeluang.rpon.net
Kursi Anda telah ter-asosiasikan dengan proses pemeriksaan, yang di NLP
(Disney Strategy) dikenal sebagai posisi CRITICS.
Padahal untuk berkreasi Anda butuh ANCHOR kreatif, yakni posisi DREAMER
dalam Disney Strategy.
Kalau sampai ini terjadi pada Anda, dimana Anda tahu bahwa sebuah posisi
telah menyebabkan Anda ter-ANCHOR terhadap sebuah proses pemikiran,
SESUAIKANLAH posisi Anda.
Pindahlah ke sebuah tempat atau posisi. Ini bisa saja Anda lakukan dengan
sekedar berdiri menjauh dari kursi Anda sejenak untuk memperoleh pemikiran
yang berbeda.
Kalau Anda sekedar berjalan-jalan atau yang menurut Anda cari angin, yang
terjadi hanyalah BREAK STATE , atau
pemutusan ANCHOR sementara.
Begitu Anda kembali duduk, ANCHOR-nya juga kembali, dan belum pasti bisa
maksimal.
Jadi kalau Anda seringkali mengalami kesulitan berpikir dan berperilaku
tertentu di sebuah posisi atau tempat duduk Anda, coba cek kembali, di
posisi tersebut ANCHOR apa yang telah tercipta untuk Anda. Lalu pilihan
sikap Anda adalah mempertimbangkan posisi yang berbeda untuk pola pikir
berbeda.
Dalam Disney Strategy, ada 3 posisi, yakni DREAMER, REALIST, dan
CRITICS.
Di posisi
berbeda, kita bisa memaksimalkan potensi berpikir masing-masing.
Einstein berkata bahwa sebuah masalah yang ditimbulkan dari sebuah proses
berpikir tidak bisa diselesaikan dengan proses berpikir yang sama.
Karena itu kita sulit mencari solusi masalah dengan pola pikir yang sama
dimana masalah itu timbul. Perlu pola berpikir yang berbeda.
ANCHOR tidak jauh berbeda dengan prinsip ini.
Di sebuah
titik kita bisa begitu kreatif, tapi di titik yang sama kita sulit
melihat kesalahan dari kreatifitas kita.
Di sebuah
titik kita bisa begitu kritis, tapi di titik yang sama kita sulit
maksimal dalam berkreasi.
Di sebuah
titik dimana kita begitu terorganisir, sulit bagi kita untuk
maksimal dalam berkreasi.
Di kursi
kerja Anda, apakah ANCHOR yang telah tercipta untuk Anda?
So, pilihan sikap hari ini adalah memeriksa ANCHOR POSISI Anda dan
menyesuaikan dengan keinginan berpikir dan berperilaku Anda.
Seperti pola pikir di NLP untuk FLEKSIBEL dan merubah pendekatan menuju
HASIL AKHIR.
Do it TODAY. Do it NOW!
Have a positive day!
BERSYUKUR
20.47
No comments
AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG
KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU
DAPATKAN.
Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati
yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,
tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa
membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita
miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan
tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran
anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh
rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan
lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.
Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati
kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi,
betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA"
dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang
''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat
menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu
menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah
perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat
keadaan disekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda
akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan
orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda
cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa
syukur.
membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat
seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek
berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan
membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,
lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan
saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan
gelisah.
Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap
mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.
Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya
menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan
saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting
gajinya lebih besar.
Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya
berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat
menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput
dipekarangan sendiri. Ada cerita
menarik mengenai dua pasien rumah sakit
jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu,
Lulu.''
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang
ini. Si
dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak
oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia
terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok
dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang
ini juga punya masalah dengan Lulu?
'' tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin
mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang
terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika
ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau
berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak
kedua saya.
Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan
berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''
Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu
inginkan .... Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ... Karena itu memberimu
kesempatan untuk belajar ... Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ... Di masa
itulah kamu tumbuh ... Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ... Karena itu
memberimu kesempatan untuk berkembang ...
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ... Karena itu akan membangun
kekuatan dan karaktermu ... Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan
mengajarkan pelajaran yang
berharga ... Bersyukurlah
bila kamu
lelah dan
letih ... Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik... Hidup yang
berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ... Temukan
cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah
bagimu ...
Sabtu, 30 Januari 2016
Ketika Kebaikan Hati Beranjak
06.47
No comments
Kebaikan hati seolah telah menjadi sesuatu yang terlalu mewah untuk kita
miliki dan temui saat ini. Memilikinya ibarat menyimpan bara dalam
genggaman. Kebaikan hati akan membuat kita tidak 'competitive' dalam
dunia yang keras ini. Hati yang lembut dan lebih 'manusiawi' hanya akan
menghambat kita dalam meraih sukses. Sebaliknya, hati yang 'tegaan' dan
lebih 'rasional' dianggap akan lebih melapangkan jalan keberhasilan.
Menemui kebaikan kini juga seolah semakin sulit. Kita semakin suka
berprasangka atas kebaikan yang kita lihat. Tidak ada kebaikan yang
tulus, semua pasti ada 'sesuatu' di baliknya. Tidak ada makan siang yang
gratis. Bahkan kebaikan hati kini sering dituding sebagai penyebab
keterpurukan dan nasib sial. Ketika seorang teman ngemplang tidak
membayar hutang, orang-orang mempersalahkan saya. Saya dianggap 'terlalu
baik' dan
tidak berhati-hati sehingga mudah tertipu tampilan luar
seseorang. Dan tidak ada seorangpun yang mempersalahkan !
teman yang
ngemplang tersebut!
Berbagai kejahatan dari kelas teri hingga kelas kakap yang kita saksikan
sehari-hari di media cetak dan televisi, semakin membekukan hati kita.
Selalu waspada dan jangan pernah lengah. Berbaik hati hanya akan
menurunkan kewaspadaan dan membuat kita tertipu dan celaka. Saya pun
larut dalam arus besar itu. Sampai suatu ketika di akhir November lalu
saya menonton sebuah acara reality show di salah satu stasiun televisi
swasta.
Di acara
tersebut seorang aktor akan berlakon sebagai orang yang
membutuhkan pertolongan. Lalu ia akan meminta tolong pada semua orang
yang ditemuinya secara acak. Orang yang memberi pertolongan akan
mendapatkan hadiah. Semua kejadian di rekam oleh kamera tersembunyi
sehingga diyakini bahwa orang yang menolong itu benar-benar tulus.
Pada edisi itu, ditampilkan seorang nenek tua yang kumal dan lusuh
penampilannya, dan diskenariokan meminta minyak tanah ala kadarnya
untuk memasak. Sang nenek pun berkeliling dari pintu ke pintu,
lengkap sambil menenteng kompor dan jerigen minyak yang juga tak kalah
kumalnya dengan penampilan si pemilik.
Bertemu orang pertama, sang nenek ditolak secara halus. Berikutnya, di
sebuah warung kelontong yang cukup besar dan ramai, sang nenek kembali
ditolak. Si pemilik warung terlihat waspada dan 'menginterogasi' si
nenek, curiga si nenek adalah penipu. Berikutnya di sebuah rumah
sederhana, sang nenek kembali ditolak, bahkan dengan kasar.
Sampai akhirnya sang nenek bertemu dengan seorang lelaki setengah baya
pengecer minyak tanah yang sedang mengisi stok minyak di sebuah warung.
Seorang lelaki yang gigih. Kerasnya kehidupan tampak jelas tergurat di
wajahnya yang hitam berpeluh. Namun wajah itu terlihat ramah dengan
senyum. Seperti sebelumnya, tanpa basa basi, sang nenek menghampiri dan
meminta minyak tanah kepada si penjual itu. Si penjual minya! k tanah
tampak sabar dan tekun menyimak penjelasan si nenek. Selesai sang nenek
bercerita, tanpa berkata apa-apa, si penjual minyak langsung mengambil
jerigen si nenek dan mengisinya. Tetap dengan wajah ramahnya. Tak ada
sedikitpun rona kecurigaan, apalagi pertanyaan-pertanyaan
'interogasi'.
Bahkan ketika sang nenek 'ngelunjak' meminta kompor bututnya diperbaiki
pula, si penjual minyak tetap melayaninya dengan ramah. Tak ada
sedikitpun perubahan rona di wajahnya.
Benar-benar tulus, tanpa prasangka!
Jadilah si penjual minyak 'pemenang' di acara tersebut. Ketika berikutnya sang
pemenang diwawancara, semakin terkuaklah 'mutiara' itu. Pengecer minyak
tanah itu
ternyata cacat. Slamet, lelaki setengah baya itu, terlahir
dengan kedua kaki yang cacat dan sebelah mata buta!. Setiap hari ia
mencari nafkah berjualan minyak berkeliling perumahan, keluar-masuk
kampung, menyusuri jalan raya, dengan sebuah sepeda tua yang dikayuh
dengan sebelah tangannya!
Dan mengalirlah kemudian kisah tentang sebuah ketegaran jiwa, ketulusan
menjalani garis hidup, kegagahan menghadapi kerasnya ombak zaman, dari
seorang Slamet. Dan wawancara diakhiri dengan sebuah kalimat yang begitu
menggetarkan dari Slamet, "Saya percaya Tuhan itu Maha Adil". Seketika
itu, runtuhlah semua kesombongan diri, hancur berkeping diterjang
gelombang kesederhanaan. Musnah semua arogansi
intelektualitas, tenggelam dalam kebeningan perasaan. Lepas segala
ambisi dan nafsu duniawi, jatuh tersungkur di hadapan ketulusan seorang
hamba, hamba yang begitu tulus menjalani hidupnya. Dengan semua
ujian hidup yang begitu berat, dia tetap tersenyum ramah kepada
siapapun, menolong semua tanpa membeda-bedakan walau hanya dalam
batas kemampuannya, tak ada iri dan dengki terhadap sekelilingnya
yang hidup jauh lebih beruntung, dan dengan ikhlas
berkata: Tuhan Maha Adil!.
Saya tergugu. Betapa buruknya kita di hadapan seorang Slamet. Kita yang
intelek dan terpandang, dipenuhi dengan berbagai nikmat, namun masih
merasa tidak cukup. Seringkali protes ketika hanya mendapat sebuah
ujian. Menjadi bebal dan keras hati oleh berlimpahnya materi dan kedudukan.
Hati yang tulus dan lembut masih ada bahkan banyak, bertebaran memenuhi
persada. Memeliharanya memang sulit namun bukan sesuatu yang mustahil.
Dunia yang keras dan culas tidak cukup menjadi alasan bagi kita untuk
menumpulkan dan membekukannya. Karena kebaikan dan kelembutan hati
bukanlah suatu hal bodoh dan sia-sia dalam dunia yang bergetah ini.






